GAGAL FINAL
OLIMPIADE MIPA TINGKAT NASIONAL
Sayang sekali padahal itu kompetisi yang bergengsi, tapi entah
kenapa ya... aku kok gagal, padahal jauh-jauh hari aku sudah mempersiapkan
segalanya. Aduhhh... kenapa sih si tim
penyelenggaranya pelit banget, masa kalau harus ikut final nilainya minimal 930
dari 999 nilai maksimal. Seharusnya dikurangi sedikit lah biar aku bisa ikut
juga ke final. Nilaiku itu miris banget yaitu 924, kan kurang 6 lagi yaa ikut
final. Ihh aku nyesel banget waktu itu, tapi dibalik nyeselku itu aku juga
bersyukurrr banget karena aku bisa ngalain nilai temen sainganku yang nilai
rapotnya selalu lebih tinggi dari aku, alhamdulillah J .
Oke
gak usah lama-lama yaa.. langsung aja aku akan menceritakan ke kalian tentang
gagalnya seleksi final olimpiade MiPa Nasional ini. Pada waktu itu yaitu
tepatnya pada hari jum’at kalau tanggalnya sih aku lupa pokoknya bulan Desember
tahun 2011 saat aku kelas 6 semester 1, aku inget kalau itu hari jum’at karena
setelah aku piket, guruku manggil aku lewat temenku untuk ikut olimpiade.
Awalnya aku bingung, soalnya pada waktu itu aku gak ngerti apa itu olimpiade.
Temenku manggil aku ,” Yu sini dipanggil Bu Muji !” . Bu Muji itu guru
matematikaku waktu SD. Aku jawab,” Ada apa ?”. Kata guruku,” Kamu ikuto
olimpiade yaa !”. Aku hanya diem campur bingung plus campur gak tau plus lagi
campur seneng, karna aku pikir olimpiade itu jawab pertanyaan dari juri lalu
kalau mau njawab mencet bel jadi aku seneng.
Guruku
juga bilang sebelum olimpiade yang beneran diadakan seleksi dulu untuk memilih
siapa yang terbaik, seleksi itu diadakan satu munggu berikutnya setelah aku
dapat informasi tersebut dan olimpiade yang beneran diadakan satu minggu
berikutnya setelah seleksi. Wah, aku kalau dibilangin gitu rasanya pingin
gimana ya, êêê.... pokoknya pingin jadi yang terbaik lah. Karena pada waktu aku
sangat ber-ambisi, hari berikutnya aku pergi ke perpustakaan lalu aku pinjem
buku latihan olimpiade, aku pinjem 2 buku tapi tebel-tebel banget sampai tasku
gak muat lagi, soalnya udah pelajarannya banyak ditambah dua buku tebel, yaitu
latihan olimpiade matematika dan latihan olimpiade Ilmu Pengetahuan Alam, aku
gak sabar pingin cepet pulang untuk baca buku itu soalnya sampulnya menarik dan
aku pikir isinya juga menarik. Sesampainya di rumah aku buka perlahan, aku buka
sampulnya setelah masuk di materi aku diem dan bingung. Aku berkata dalam hati
,” Ku kira materinya semudah yang aku banyangkan ternyata sangat sulit yaitu di
luar perkiraanku, hmm.” Walau bagaimana-pun aku harus harus bisa ngertiin
materi itu supaya keinginanku untuk jadi yang terbaik bisa tercapai dan aku
bisa merasa puas. Isi buku itu waktu aku baca ada angka dicampur huruf contoh
5y+2x, pada waktu itu aku gak ngerti apa sih maksudnya itu tapi sekarang itu
materi seperti itu gampang menurutku. Terus banyak materi yang belum diajarkan
di sekolah ada di buku itu kan buat aku tambah pusing. Pada keesokan harinya
aku tanyakan materi itu ke te-menku yang juga ikut olimpiade, tapi sayangnya
dia juga gak ngerti. Aku bingung, aku Cuma berharap Tuhan memberi karunia
supaya aku bisa lolos seleksi.
Tiba
saatnya seleksi, tapi untungnya sebelum seleksi guruku memberi pengarahan
terle-bih dahulu jadi aku bisa mengerjakan soal dengan mudah dengan sedikit
kesulitan. Aku ngerjakan soal dengan santai karna pada waktu itu aku pikir cuma
ngerjakan soal biasa dan aku gak maksimal ngerjakan soal itu karena aku gerogi
banyak yang ikut seleksi, tapi bagaimanapun ambisiku untuk jadi yang terbaik
tidak akan hilang sampai aku mendapatkan semua itu dan mengalahkan semua
peserta dalam seleksi itu. Aku berdoa kepada Tuhan supaya aku bisa lolos
seleksi itu. Akhirnya seleksi selesai lalu aku menungu hasil dari seleksi itu
aku berharap aku bisa lolos. Tidak lama kemudian hasil seleksi itu keluar, aku
tidak sabar untuk mendengar siapa saja yang lolos seleksi, ehh ternyata hasil
seleksi itu baru bisa dilihat dua hari lagi yaitu tepatnya pada hari senin.
Hari
Senin telah tiba aku deg-deg an mulai awal masuk kelas sampai guruku masuk
untuk mengumumkan siapa saja yang lolos seleksi olimpiade. Detik demi detik aku
tunggu, nama demi nama disebutkan satu persatu, entah pada detik ke berapa
namaku disebutkan dalam pengumuman seleksi olimpiade itu. Wah, aku bersyukur
banget, aku berterima kasih kepada Allah Tuhanku. Malah ada temenku yang ikut
seleksi juga sama aku, dia gak lolos tapi dia malah seneng seperti gak ada beban,
ya namanya saja anak SD yaa seperti itu.
Beberapa
menit kemudian setelah mengumumkan siapa saja yang lolos seleksi, guruku juga
mengumumkan tanggal diadakannya olimpiade MIPA yang sebenarnya, aku kalau
tanggal nya sih lupa tapi harinya inget karena pada hari itu aku meninggalkan
pelajaran IPA saat jam pertama yaitu tepatnya pada hari Sabtu. Semua yang lolos
seleksi dipanggil untuk mengikuti olimpiade MIPA. Awalnya aku tidak tau kalau
olimpiade itu tingkat nasional yaa aku biasa saja menjalaninya, guruku juga gak
ngasih tau, aku baru tau saat aku mengerjakan soal, di halaman pertama soal itu
ada tulisan yaitu Olimpiade Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Tingkat
Nasional. Karena aku baru tau kalau itu tingkat nasional, aku ngerjakannya
deg-degan, gerogi, bingung, pokoknya campur aduklah, sampai-sampai aku
dibuatkan teh hangat oleh guruku. Ditambah lagi ada peraturan saat menjawab
soalnya yaitu antara lain harus menggunakan bolpoin, tidak boleh ada tip-ex an,
nama dan alamat harus ditulis secara lengkap, dsb. Karena aku gerogi di lembar
jawabanku ada tip-ex an yaitu pada saat menuliskan nama sekolah, waduh aku
bingung pada saat itu. Aku mikir ,”Daripada aku bingung mikirin salah tulis
mendingan aku ngerjakan soalnya, kalau misalnya ini soal aku benar semua mungkin
kesalah tulis bisa dimaafkan.”
Aku
langsung menuju soalnya. Wahh.... JJ
ternyata soalnya diluar dugaanku. Aku men-duga kalau soalnya sulit seperti di
buku latihan yang aku pinjam di perpustakaan, ternyata soalnya mudah tapi hanya
di bidang matematika sedangkan yang bidang IPA aku mengalami kesulitan sedikit
di bagian akhir yaitu yang soalnya “Berapa ukuran bumi?” aku tidak tau, aku
menjawabnya apa adanya, aku inget pada waktu itu aku menjawab 6700km, hehehe
itu kan hal yang tidak mungkin ya. Pada saat bel berbungi alhamdulillah aku
sudah selesai, aku berharap semoga jawabanku betul semua.
Setelah
olimpiade, guruku memberi tau aku bahwa pengumuman hasil olimpiade akan datang
pada 17 Januari 2013. Wah itu lama bukan, mungkin tim penyelenggara masih butuh
waktu untuk mengoreksi hasil olimpiade anak SD, SMP, SMA se-Indonesia. Ya harus
bagaimana pun aku sabar menunggunya.
Oh
ya sebelum seleksi aku kan pinjam buku di perpus sekolah, aku minta antar
temenku mengembalikan buku itu. Karena aku intip di jendela perpus tidak ada
orang, lalu temenku punya ide yaitu aku disuruh nglempar buku itu lewat atas
pintu dan berhasil. Karena aku dan temenku takut kalau bakal ketahuan oleh si
penjaga perpus, jadi aku minta kunci ke penjaga perpus dengan alasan untuk
mengembalikan, buku padahal buku itu sudah aku lempar ke dalam perpus satu hari
sebelum aku minta kunci ke penjaga perpus. Hehe emang jahil ya aku.
Gak
nyangka pada sudah tanggal 17 Januari 2013 tepatnya pada hari Kamis, saatnya
pengumuman hasil olimpiade MIPA tingkat Nasional yang telah aku jalani. Waw...
Deg-dehan, lalu namaku dipanggil dengan menyebutkan rentan nilai, di olimpiade
itu rentang nilainya 0-999 dan aku mendapatkan nilai 924, padahal kalau aku
dapat 930 aku bisa ikut final, tapi gak papa lah yang penting aku sudah bisa
ikut olimpiade tingkat nasional lagi, walau hanya dapat piagam, aku bersyukur .
JJJ................

Tidak ada komentar :
Posting Komentar